Banda Aceh kami datang!

Banda Aceh kami datang!

Banda Aceh kota Serambi Mekah.

Saat liburan kemarin kami sekeluarga mengunjungi nenek dan bunda (adiknya papa) yang tinggal di Banda Aceh.

Sebenarnya sudah lama ingin mengunjungi nenek dan bunda tapi baru kali ini bisa terwujud.

Kami berangkat seminggu menjelang Hari Raya Idul Fitri dengan menggunakan bus. Banyak bus yang melayani rute Medan – Banda Aceh namun karena stasiun bus Sempati Star dekat dengan rumah maka kami
memilih menggunakan bus Sempati.

Ini adalah perjalanan pertamaku ke Banda Aceh dengan menggunakan bus.

Bus Sempati patas Scania High Decker yang kami naiki cukup nyaman, dengan susunan bangku 2-1 (1 bangku deretan sebelah kiri dan 2 bangku deret sebelah kanan).

Namun sayangnya LCD Monitor pemutar film dan lagu yang ada disetiap bangku, tidak berfungsi. Tidak disediakan snack atau minuman. Jadi sebaiknya bagi calon penumpang yang ingin melakukan
perjalanan menggunakan bus Sempati Star, silahkan bawa snack dan minuman sendiri.

Bus yang kami tumpangi berangkat pada pukul 20.15.

Mama yang tidak terbiasa naik bus baru sekitar 30 menit perjalanan sudah ‘mabok’ hehe. Ac yang sangat dingin membuat sinusitis mama kumat.

Perjalanan dari Medan ke Banda Aceh kami tempuh kurang lebih 12 jam, agak lebih lama dari biasanya karena saat itu adalah bulan Ramadhan, bus berhenti 2x untuk makan sahur dan sholat subuh.

Oh ya, bagi yang ingin melakukan perjalanan dengan menggunakan bus patas Medan – Banda Aceh, terutama bagi yang sering buang air kecil, sangat disarankan untuk menggunakan diaper sebelum berangkat. Karena bus tidak berhenti atau singgah kecuali untuk saat sholat Subuh.

Walo pun tersedia toilet di dalam bus, sangatlah sulit melakukan aktivitas buang air kecil (konon pula buang air besar) di toilet yang berukuran sangat mini, beraroma kurang sedap dan penuh guncangan bus yang sedang berjalan.

Agar tidak ribet, ya solusinya gunakan diaper.

Perjalanan dari Medan menuju Banda Aceh melewati Binjai, Kuala Simpang, Langsa (Kab. Aceh Timur), Lhokseumawe (Kab. Aceh Utara) dan Sigli (Kab. Aceh Pidie).

BACA JUGA :  Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh - Kemegahan Mesjid Serambi Mekah

Syukurnya bus yang kami tumpangi berjalan dengan kecepatan wajar, tidak terlalu lambat dan tidak juga terlalu kencang atau ugal-ugalan.

Matahari telah terbit saat bus yang kami tumpangi telah melewati kota Sigli – Aceh Pidie. Hamparan pemandangan indah pegunungan menyambut kami saat memasuki kawasan gunung Seulawah. Bus mulai mengurangi kecepatan dan berjalan perlahan menyusuri jalan yang naik turun syantik khas daerah pegunungan.

Di daerah gunung Seulawah ada sebuah tempat yang bernama Saree. Disini banyak berjejer kios-kios pedagang makanan ringan dan warung-warung kedai kopi dan makanan. Biasanya lokasi ini menjadi rest area, sekedar istirahat makan minum atau berbelanja makanan ringan tradisional, seperti dodol, kerupik pisang, keripik singkong, ceker ayam dan makanan khas Aceh lainnya.

Setelah melewati Seulawah, akhirnya kami memasuki kawasan Aceh Besar. Sudah tidak ada lagi jalan yang naik turun syantik. Deretan toko-toko dan rumah penduduk ramai berjejer di sepanjang jalan.

Pukul 08.45 kami memasuki kota Banda Aceh, bus mengarah ke terminal Batoh.

Alhamdulillah kami telah selamat sampai di Kota Serambi Mekah.

Dari terminal Batoh kami melanjutkan perjalanan ke rumah nenek dengan menggunakan taxi. Biaya taxi dari terminal Batoh yang berada di daerah Lueng Bata menuju rumah nenek di daerah Punge Jurong hanya Rp. 25 ribu saja.

Kami disambut nenek dengan penuh suka cita, tak lama pun bunda datang bersama anak-anaknya: Qiqi, Nouval, Hanif dan si centil Nindy.

Setelah puas melepas rindu kami beristirahat untuk persiapan jalan-jalan menyusuri kota Banda Aceh. Melihat pesona Mesjid Raya Baiturrahman dan mengunjungi beberapa situs tsunami Aceh menjadi tujuan utama kami.

Cuma sedikit yang dapat aku ceritakan tentang pengalaman selama perjalanan Medan – Banda Aceh, karena aku lebih banyak tertidur di dalam bus 🙁

4 thoughts on “Banda Aceh kami datang!”

  1. Koq mau naik sempati ?? Sempati pelayanannya sangat kurang dan amat sering terjadi peristiwa ngak enak akhir” ini

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!