Qithmir dan Kisah Ashabul Kahfi

Kisah Qithmir dan Ashabul Kahfi

Hai apakabar teman?
Sudah lama ya aku tidak menulis di blog. Saat ini aku sedang mempersiapkan diri menjelang ujian akhir nasional. 

Namun karena ini hari minggu dan tugas-tugas sekolah telah ku selesaikan semuanya maka aku ingin menulis sebuah cerita tentang anjingku Qithmir dan kisah Ashabul Kahfi,

Aku mempunyai seekor anjing yang ku beri nama Qithmir. Ia adalah seekor anjing jantan dengan ras campuran antara Golden Retriever (induk) dan German Shepherd. 

Qithmir adalah pemberian dari tetanggaku sebagai kenang-kenangan saat kami pindah rumah. Aku memelihara Qithmir sejak ia berusia 3 bulan.
Sewaktu masih puppy ia sangat lucu, tubuhnya gendut dan jalannya geol-geol.

Kami memelihara Qithmir sebagai anjing penjaga, karena rumah yang kami tempati saat ini mempunyai halaman yang lumayan luas dengan tembok pembatas yang tidak begitu tinggi. Terutama pada bagian belakang yang berbatas dengan sebuah rawa kosong . Sangat rawan dan mudah dipanjat orang.

Bagi kami Qithmir adalah seekor anjing yang lucu, namun bagi beberapa orang ia adalah seekor anjing yang sangat garang dan agresif.

Saat usianya 5 bulan Qithmir sudah berhasil “mengusir” anak-anak pengejar layangan putus yang seenaknya tanpa izin memanjat pagar masuk ke halaman rumah kami. Mereka pun lalu lari terbirit-birit karena digonggong dan dikejar oleh Qitmir.

Kecil-kecil cabe rawit, begitulah mungkin ungkapan untuk anjingku itu. 

 

MENGAPA iA KU BERI NAMA QITHMIR

 

Qithmir

Mungkin nama Qithmir masih terdengar asing dibandingkan Bruno, Bleki atau Pluto seperti nama kebanyakan anjing. Namun bagi teman-teman yang mengetahui kisah Ashabul Kahfi tentu tidak asing lagi dengan nama Qithmir.

Ya, Qithmir adalah nama anjing yang ada di dalam kisah Ashabul Kahfi dan dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang masuk Surga.

Kisah Ashaabul Kahfi bukanlah dongeng atau cerita fiktif, karena tertulis di dalam AlQuran di dalam Surah Al-Kahfi.

Bagi teman-teman yang biasa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat tentu tau kisah yang tertuang di dalam Alquran itu.

 

KISAH ASHABUL KAHFI

 

Kisah Qithmir dan Ashabul Kahfi

Di dalam Surah Al-Kahfi terdapat tiga kisah sejarah yang Allah abadikan, yaitu : kisah pertemuan Nama Khaidir dengan Nabi Musa, kisah Dzulkarnain dan kisah Ashaabul Kahfi (para penghuni gua).

Di dalam surah Al-Kahfi ayat 18, Allah mengisahkan 7 orang pemuda yang bersembunyi di dalam gua dan dijaga oleh seekor anjing.

Tujuh pemuda itu bersembunyi di gua karena melarikan diri dari kekejaman raja Dikyanus yang sangat sombong dan dzolim. Konon sang raja menganggap dirinya sebagai Tuhan dan rakyat harus menyembahnya.

Hukuman menanti bagi yang tidak mau menyembah raja atau berhala yang ditunjuk oleh raja untuk disembah.

Namun diantara rakyat yang patuh dan menyembah sang raja bersama berhalanya, masih ada sekelompok pemuda yang diam-diam menentang perintah sang raja, karena mereka telah beriman kepada Allah SWT dan menolak menyembah raja atau berhala-berhala yang ditunjuk sang raja.

Mereka hanya beriman dan meyakini hanya ada satu Tuhan yakni Allah SWT.

Penentangan para pemuda ini sampai ke telinga raja Dikyanus hingga membuat raja marah besar dan memerintahkan para pemuda itu ditangkap untuk dihukum seberat-beratnya,

Dihadapan raja Dikyanus, para pemuda ini tetap pada keyakinannya dan menolak untuk menyembah selain Allah. 

Berbagai tawaran menarik diajukan oleh raja, mulai harta benda hingga kekuasaan. Para pemuda itu tetap tidak bergeming pada keyakinannya.

Raja Dikyanus pun memberi waktu sembari mengancam pada para pemuda itu untuk berpikir dan mengubah keputusan mereka dalam beberapa hari atau hukuman mati menanti.

Mendengar ancaman sang raja, ketujuh pemuda ini pun sepakat untuk segera melarikan diri. Dalam pelariannya, ketujuh pemuda ini ditemani oleh seekor anjing sebagai penunjuk jalan. 

Menurut beberapa sejarawan Islam, nama ketujuh pemuda itu adalah Muksalmina, Tamlikha, Marthunis. Nainuwis, Sariyulis, Dzunawais, Falyastathyunis dan seekor anjing bernama Qithmir. Namun ada juga beberapa sumber yang mengatakan nama ketujuh pemuda itu adalah Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika, serta seekor anjing bernama Kithmir.

Dalam pelariannya sampailah mereka pada sebuah gua dan bersembunyi di sana untuk beristirahat sejenak. Tanpa mereka sadari mereka tertidur pulas di dalam gua, sementara anjingnya berjaga di luar dengan menjulurkan kedua kaki depannya.

“… sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka” (Al Kahfi:18)

Mendengar mereka melarikan diri raja menjadi semakin berang dan memerintahkan seluruh pasukan dan rakyat untuk mencari ketujuh pemuda ini.

Pencarian pun dilakukan ke seluruh penjuru pelosok negeri, hingga sampailah beberapa divisi pasukan raja ke sebuah gua yang sangat angker dan melihat ada seekor anjing ganas di mulut gua.

“(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: ‘Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).’” (Al Kahfi:10 )

Melihat gua yang sangat angker dan anjing yang sangat ganas mereka mengurungkan niatnya memeriksa gua tersebut. Tidak mungkin ketujuh pemuda itu ada di sana, pikir mereka. Mereka hanya menutup pintu gua dengan batu, kalau pun para pemuda itu ada di dalam tentulah mereka akan mati kelaparan, begitulah yang ada dipikiran mereka.

Namun Allah berkehendak lain, para pemuda dan anjing mereka ditidurkan Allah selama 309 tahun lamanya.

“Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).”(Al Kahfi:25)

Tanpa terasa hari berganti dan zaman berubah. Kerajaan tidak lagi dikuasai raja dzolim Dikyanus. 

Kini kerajaan dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana dan membebaskan rakyatnya untuk menyembah Tuhan yang mereka yakini.

Sekian tahun lamanya akhirnya para pemuda ini dibangunkan oleh Allah. Rasa lapar begitu melanda mereka. Dengan berhati-hati, salah satu dari mereka pergi ke pasar untuk membeli makanan, sementara yang lainnya tetap tinggal di gua.

Betapa herannya penjual makanan yang dibeli oleh pemuda itu ketika melihat uang yang digunakan adalah uang zaman dahulu, saat raja Dikyanus berkuasa.

Pengawas pasar lalu membawa pemuda ini ke hadapan raja bijaksana yang sekarang berkuasa. Di hadapan sang raja, dengan ketakutan pemuda ini pun bercerita tentang mereka.

Raja dan hadirin yang hadir menjadi kaget. Raja lalu menerangkan bahwa masa raja Dikyanus telah lewat 309 tahun yang lalu. Dengan terheran dan takjub raja memerintahkan pemuda dan prajurit untuk menjemput para pemuda lainnya yang masih ada di gua.

Raja menawarkan para pemuda itu tinggal di istana kerajaan, namun ditolak oleh ketujuh pemuda itu dan mereka kembali ke gua, tinggal di sana. Beberapa waktu kemudian Allah mencabut ruh mereka.

Gua Ashabul Kahfi
Gua Ashabul Kahfi

Demikianlah kisah Ashabul Kahfi yang menginspirasiku sehingga aku memberi nama anjingku dengan nama Qithmir.

Konon Qithmir adalah rajanya anjing dan satu-satunya anjing yang dijanjikan masuk surga oleh Allah karena pengorbanannya menjaga ketujuh pemuda yang taat beriman kepada Allah. Wallahu A’lam.

Erdogan dan anjingnya
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan anjingnya.

DIMANAKAH LETAK GUA ASHABUL KAHFI?

Ada banyak tempat yang diklaim sebagai tempat terdapatnya gua Ashabul Kahfi. Setidaknya ada lebih 33 titik di seluruh dunia. Namun yang sering menjadi obyek wisata dan penelitian adalah gua yang terletak di kota Amman Yordania. Tepatnya di wilayah Abu Alanda, sebelah Timur Amman. Menurut literatur, situs bersejarah ini dikenal dengan nama Ar-Raqim. Seorang arkeolog, Dr. Muhammad Wahib berkesimpulan bahwa gua yang berada di situs bersejarah Ar-Raqim adalah gua tempat Ashab Al Kahfi bersembunyi.

hIKMAH KISAH ASHABUL KAHFI

Itulah kisah nyata yang diabadikan di dalam Alquran oleh Allah SWT. Kisah yang tidak dapat dijangkau oleh akal dan logika manusia namun jika Allah berkehendak tak ada yang tidak mungkin bagi Allah.

Betapa besarnya keagungan Allah SWT, bahkan anjing, hewan yang sering dianggap hina oleh sebagian orang pun diangkat derajat dan kemuliaannya karena membela orang-orang yang taat beriman kepada Allah SWT,

Begitulah kisahnya yang aku kutip dari beberapa sumber. Aku sendiri belum pernah mengunjungi gua Ashabul Kahfi. Bagaimana dengan teman-teman, apakah pernah mengunjungi gua Ashabul Kahfi?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.